Bekerja Bagi Allah

1 Raj 19:13-14
"Apakah kerjamu disini"
Saat Tuhan menanyakan hal itu, Elia sedang bersembunyi di gunung.
Dalam bekerja, kita harus memastikan bahwa kita bekerja di tempat yang benar. Pertimbangkan bukan hanya besaran gaji, tetapi juga lingkungan kerja, rekan-rekan kerja dan pimpinan yang takut akan Tuhan.
Tidak perlu mencari yang seiman, tetapi punya integritas dan karakter yang baik. Pada intinya, jangan sampai pekerjaan membuat kita makin jauh dari Tuhan.
Banyak kesaksian bagaimana orang Kristen kehilangan kasih mula-mulanya kepada Tuhan dan berakhir tidak baik.. Misalnya saja berawal dari hubungan suami-istri yang mulai retak, kemudian anak-anak terlibat dalam pergaulan yang salah, dsb. Sukses di karir/bisnis tetapi malah kehilangan keluarga dan bahkan kehilangan Tuhan dalam hidup kita.

"Aku bekerja segiat-giatnya"
Kemalasan bukan hanya menjadi batu sandungan bagi perjalanan karir dan bisnis kita, tetapi juga menjadi kesaksian yang buruk bagi rekan-rekan di sekitar kita. Sebagai anak Tuhan kita mudah sekali "dihakimi" oleh dunia ini, "katanya Kristen, tapi kok hasil kerjanya seperti itu.."
Yesus mengajar dalam kitab Mat 22:21, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar"
Jangan sampai kita menuntut hak tetapi tidak mengerjakan kewajiban kita, dalam hal ini berarti kita sedang merampas hak pimpinan/perusahaan tempat kita bekerja.

"bagi Tuhan, Allah semesta alam"
Paulus juga mengajarkan dalam kitab Kolose 3:23, bahwa apapun yang kita kerjakan kerjakanlah bagi Tuhan. Seolah-oleh saja kita memiliki atasan dan perusahaan tempat kita bekerja tetapi sesungguhnya Tuhan memperhatikan.
Hal ini terbukti ketika kita melihat pertolongan Tuhan dalam pekerjaan kita sehari-hari, bahwa Tuhan turut campur tangan.. Dan jika ditarik lebih jauh, berarti bisnis, pekerjaan, dan sumber pemasukan kita adalah dari Tuhan (milik Tuhan) bukan semata-mata hasil usaha dan pekerjaan tangan kita (Ams 10:22).

Live the truth, be a happy Christian
(-: ptz :-)

Comments

Popular posts from this blog

A Teachable Heart

New Year Means New "Family"

Hijrah Malang 2011