Menilai Jaman


Jam di dinding menunjukkan waktu telah melewati tengah malam.. Terasa udara hangat yang merasuki hidungku hingga tubuhku dibuat gerah karenanya. Entah mengapa, kelopak mata yang setadinya teramat berat dibuka, kali ini malah tidak dapat ditutup seakan berontak. Gigitan nyamuk-nyamuk buas makin menjauhkan rasa kantuk dari diriku. Hatiku tak tenang rasanya...

Pikiranku kembali menerawang, mencari penyebab hilangnya rasa kantuk yang sekonyong-konyong, berharap mendapatkan kembali penawarnya. Esok masih banyaklah tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor.. Ayolah, beristirahatlah jiwaku.

... (sejurus keheningan kemudian)

Sejenak setelah pikiranku tenang, aku pun sadar.. lenyapnya rasa kantuk yang tiba-tiba ini disebabkan oleh kegalauan yang mengisi pikiranku beberapa hari ini. Sedikit menoleh ke belakang, terlalu banyak isu maupun kabar berita yang menyesaki ruang kepalaku...

Menertawakan masa depan
10 tahun yang lalu, Anda akan tertawa apabila seseorang berkata bahwa sebuah pulau dapat digeser dan bukan terkikis. Tetapi beberapa bulan yang lalu, Pulau Honshu di Jepang benar-benar telah bergeser sejauh 2,4 meter (baca: Sunami di Jepang)

10 tahun yang lalu, Anda akan tertawa apabila seseorang berkata bahwa negara-negara Eropa akan bangkrut, Amerika kehilangan ke-adidaya-annya dan Cina akan mendominasi perekonomian dunia. Kenyataannya, baru saja bulan lalu Yunani menghadapi resiko kebangkrutan disusul dengan negara-negara Eropa dan Amerika memasuki masa krisisnya. Di sisi lain, Cina yang dulu dilanda kemiskinan rakyatnya, saat ini telah menjadi kekuatan ekonomi yang sangat ditakuti.. (baca: Perekonomian Cina)

Kasih yang menjadi dingin
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin ~ Matius 24:12
Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka ~ Matius 10:21
Revolusi Kebudayaan  yang dipimpin oleh Mao Zedong, dilihat dari sudut pandang kekerasan yang ditimbulkan, dapat saya jadikan salah satu pembuktian dua kutipan ayat di atas. Gerakan Tentara Merah yang mengadakan pemberontakan terhadap para orang tua dan tata kebudayaan mereka. #cmiiw

Belum lama ini juga, terdengar sebuah berita pilu dari daratan Cina dan dalam sekejap menjadi isu global, ketika seorang balita berusia 2 tahun di-tabrak lari 2 kali oleh sebuah van dan sebuah truk. Ironi tidak berhenti sampai di situ, tercatat 18 orang yang lalu lalang sama sekali tidak peduli dengan bocah yang tergeletak bermandikan d*r*h tersebut. Hingga seorang wanita tua memutuskan untuk berhenti, dan mencari pertolongan bagi anak tersebut.
NB: hati saya terlalu pilu untuk memasang link menuju berita tersebut, karena kebanyakan situs juga menyertakan video kejadian yang amat memilukan itu.

Kembali pikiran saya menerawang ke sebuah kisah perumpamaan mengenai Orang Samaria yang murah hati. Saya menolak untuk percaya, tetapi itulah faktanya...

Pelajaran dari Pohon Ara
Sebuah perumpamaan lain mengenai Pohon Ara yang mengajarkan kita untuk menilai jaman..
Dunia yang sedang kita hidupi ini, indahnya atau jahatnya...
dimana moralitas dan kemanusiaan bukan lagi sebuah nilai
ketika harta kekayaan dan segala kenikmatan duniawi menggeser kedudukan Tuhan
Cinta dan kebajikan telah di-peyorasi-kan,
ironi mengenai nafsu dan kepentingan diri sendiri yang di-ameliorasi-kan
Sadarkah saya,
bahwa kehidupan tidak sebatas hari ini saja..
bahwa kehidupan adalah memberi arti dan nilai
bahwa kehidupan berbicara segala-galanya, mengenai Sang Pencipta
Akhir kata,
Tulisan ini tidak dibuat untuk menjangkiti Anda dengan kegalauan hati saya. Tidak juga dibuat untuk menggurui siapa pun. Saya hanyalah pemuda 20 tahunan yang juga bermimpi mempunyai hidup enak, jauh dari sengat kemiskinan dan keterbatasan ekonomi. Pendeknya, saya sama seperti Anda...

Akan tetapi Sobat, apabila Anda merasa bahwa tulisan ini berbicara lebih keras dari yang ingin Anda dengar, menyuarakan banyak pertanyaan lugu yang tidak pernah terjawab melalui tahun-tahun kehidupan yang Anda lalui. Hal ini sungguhlah wajar, karena sesungguhnya kehidupan terlalu luas untuk dimaknai dan terlalu bijak untuk dipahami.

Saya pun tidak memiliki jawaban atas semua pertanyaan Anda. Namun saya percaya, Tuhan yang saya kenal dengan nama Yesus, memiliki semua jawaban itu. Saya berhutang budi kepada teman-teman saya di Gereja Mawar Sharon, berkat merekalah saya mulai mengenal Tuhan.. Dan semenjak itu, pelan namun pasti saya menapaki kehidupan ini.. tidak peduli seberapa gelap dan pekatnya langit, atau terjal dan berbatunya lintasan yang dilalui.. tidak lagi sendiri, ada Tuhan yang bersama saya.

Tuhan Yesus mengasihi Anda.. =)

Comments

Popular posts from this blog

New Year Means New "Family"

Hijrah Malang 2011

A Teachable Heart