Happy is My Family Name

A place called home

Sering saya berjalan melewati kawasan perumahan elit di kota kelahiran saya ini. Rumah-rumah di kawasan tersebut begitu besar dan mewahnya, seakan-akan sedang memincingkan mata sambil mencibirkan bibirnya kepada setiap orang yang berlalu di depannya. Barisan mobil yang terparkir rapi di halaman rumahnya menambah keangkuhan rumah-rumah tersebut.. “Awas ada anjing galak, nyang naek sepeda/motor dilarang masuk!” begitu gumamku tiap kali melalui deretan rumah-rumah tersebut.
Lain halnya ketika saya berjalan melewati kawasan perumahan rakyat, dimana rumah-rumahnya berukuran RSSSSSSS (Rumah Sederhana Sangat Sempit Sekali Sehingga Sulit Selonjoran) >< #ouch. Saking kecilnya ukuran rumah-rumah yang berjejalan, seakan-akan terlihat seperti deretan buku yang tersusun di laci perpustakaan. Saya tahu betul rumah-rumah tersebut tidak ada yang dilengkapi pendingin ruangan (AC, red), tetapi tidak saya jumpai wajah muram *lantaran kepanasan* di wajah anak-anak kecil yang berlarian sambil tertawa-tawa di sekitaran kampung itu. Sebuah adegan yang hampir tak pernah saya jumpai di kawasan perumahan mewah sebelumnya… #mendadakmelow

Money doesn’t make a happy family

Ironis memang, rumah besar nan mewah tidak menjamin keluarga yang bahagia di dalamnya. Harta yang berkelimpahan pun tidak dapat mengembalikan seorang ayah yang meninggalkan keluarganya karena terpikat wanita idaman lain. Pendek kata, sebuah keluarga yang bahagia tidak dibeli dengan uang namun dibangun oleh komitmen orang-orang di dalamnya.. #sokbijak xD
FOG day out!! \^@^/

Sewaktu kita menjadi orang Kristen, Tuhan menambahkan kepada kita sebuah identitas baru sebagai anggota keluarga Kristus, “Christ Family Member”. Dan saya sangat bersyukur berada di tengah-tengah keluarga baru yang Tuhan tempatkan, di Satelit “Fire of GOD”. Sebuah tempat yang saya sebut “rumah kedua”, tempat “keluarga kedua” saya tinggal dan kami berbagi segalanya bersama-sama.
Bertepatan dengan Hari Keluarga yang jatuh pada tanggal 29 Juni kemarin, saya se”keluarga” rame-rame berlibur ke kota Batu untuk bermain di “Batu Night Spectacular”. Cukup ber-20 di antara kami udah ngalah-ngalain ramenya Pasar Keputran di Surabaya ;D #nyengirlebay. Rencana awal sih, pengennya maen ke “Batu Secret Zoo” tapi batal karena udah bosen ngeliatin monyet, babi, jerapah, kuda nil, dan hewan-hewan lainnya *sambil saling mandangin satu sama lain. Plan B-nya ke “Jatim Park 1” pun batal, karena kami nyampe kesiangan berhubung adanya insiden “molor kronis” plus “macet brutal” #tepokjidat.

Galeria


Berbagai insiden yang menimpa sama sekali tidak menyurutkan semangat dan keceriaan kami untuk berlibur!! Akakakakakaaa #ngakak100x
Setelah gambar ini, kita akan tau darimana gen narsez itu berasal…
Our Pastor and her husband, asal muasal gen narsez >< #tepokjidatlagi
Ngeksis is our culture.. and we’re proud of it #tepokjidatke3x
MA, “emaaakk, tolongin kaga bisa mendaratnya!! ><”. Mas Instruktur, “watch and learn.. B-)”. Recky, “ngiik.. ngiik.. asmaku kumat ><”
Yesss.. we are on the “mooovveee”!! Ka-bwh, masi #dagdigdug biz jumpalitan pinggir jurang ><
Resto Cwi Mie yang jadi agrowisata dadakan (baca: gratisan) khusus buat anak-anak FOG #tepokjidatke4x
Pada kehabisan duit = waktunya pulang #kecewaberat.

Dibuang sayang

Blackberry girl, yang bikin postingan ini makin manis aja :”> #blushing

Kiri, “uuwh, udah ga nahan ><”. Tengah, “seerr.. currr.. u,u”. Kanan, “Legaaa…” *yang baju kuning udah 3 hari ngempet p***s… “perasaan kaya lagi diliatin orang ya?!?”

The Quiz

Siapakah pria misterius berbaju kuning tersebut? ;> #ketip2nyebelin

Comments

  1. cckckck!! kg d foto toh ko. ak smpe bingung itu sapaa.. haha
    ternyataaa..

    (pke bju biru)

    ReplyDelete
  2. @CI (baju biru) salah sendiri ketangkep kamera ;P

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

New Year Means New "Family"

Hijrah Malang 2011

Happy Wedding, Sis..